Mangrove Kaya Potensi

Ekowisata Mangrove Morosari – http://panduanwisata.id/2015/05/12/ekowisata-hutan-mangrove-di-indonesia-yang-segar-nan-inspiratif/3/

Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan. Dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, ekowisata juga merupakan upaya pembelajaran dan pendidikan.

Ekowisata di Indonesia dimulai ketika dirasakan adanya dampak negatif pada kegiatan pariwisata konvensional. Dampak negatif ini bukan hanya dikemukakan dan dibuktikan oleh para ahli lingkungan tetapi juga para budayawan, tokoh masyarakat, dan pelaku bisnis pariwisata itu sendiri.

Postcomended   Bali Aman, Pembukaan Nusa Dua Fiesta dibanjiri pengunjung

Dampak negatif itu berupa kerusakan lingkungan, pupusnya budaya lokal, berkurangnya peran masyarakat setempat, dan persaingan bisnis yang mulai mengancam lingkungan, budaya dan ekonomi masyarakat setempat.

Di Indonesia, hutan mangrove menjadi salah satu destinasi yang mulai naik daun. Indonesia memiliki salah satu wilayah hutan mangrove luas di dunia. Sekitar 3 juta hektare hutan mangrove tumbuh di sepanjang 95.000 kilometer pesisir Indonesia. Jumlah iniĀ  mewakili 23% dari keseluruhan ekosistem mangrove dunia.

Postcomended   ITDC RAIH JUARA UMUM INDONESIA SUSTAINABLE TOURISM AWARD 2017

Mangrove Indonesia merupakan salah satu hutan kaya karbon dunia. Selain itu, mangrove Indonesia memainkan peran signifikan dalam strategi mitigasi perubahan iklim nasional dan global.

Sayangnya kini, mangrove diĀ  Indonesia terancam oleh konversi tambak udang yang dikenal sebagai ā€œrevolusi biruā€ (Sumatra, Sulawesi dan Jawa Timur), penebangan dan konversi lahan untuk pertanian atau tambak garam (Jawa dan Sulawesi) serta degradasi akibat tumpahan minyak dan polusi (Kalimantan Timur).

Postcomended   Ayo Muter-muter Wisata Semarang Ora Mbayar

Padahal, hutan mangrove di Indonesia memberi manfaat bagi masyarakat lokal sebagai penyangga mata pencaharian. Ekowisata mangrove di Indonesia jelas dapat memberi energi positif pada pariwisata Indonesia. Pengembangannya masih harus dimaksimalkan hingga kini, sebab banyak pihak belum paham keuntungan dari mengelola ekowisata.

Dengan ekowisata, keuntungan didapatkan dari pengunjung maupun pengelola. Masyarakat lokal dapat lebih membuka diri dalam arus modernisasiā€”tanpa mengabaikan potensi daerahnya.***